Main Article Content

Abstract

Budidaya tanaman cabai saat ini menjadi salah satu budidaya favorit dan sangat diminati oleh petani. Permintaan yang besar dan secara terus menerus menjadikan harga cabai masih menempati urutan teratas produk pertanian hortikultura yang sering mengalami fluktuasi harga. Terdapat beberapa jenis cabai yang dibudidayakan di Indonesia diantaranya cabai rawit, cabai merah keriting, dan cabai besar. Penelitian ini dilaksanakan melalui 2 (dua) tahapan agar diperoleh hasil yang baik. Adapun 2 (dua) tahapan tersebut yaitu Sistem Smart Greenhouse dan Sistem Fertigasi. Berdasarkan pengamatan kami, sistem fertigasi telah berfungsi dengan baik dan tanaman mendapatkan nutrisi dan air yang cukup. Berdasarkan pengukuran yang kami lakukan dengan menggunakan pressure gauge pada setiap ujung barisan tanaman, didapatkan informasi bahwa pada setiap ujung baris tanaman mempunyai tekana air yang sama besar, sehingga dapat dipastikan setiap tanaman mendapat nutrisi dan air dengan volume yang sama. Berdasarkan penelitian kami, dengan menggunakan sistem fertigasi yang terintegrasi dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sistem fertigasi yang telah diimplementasikan juga semakin memudahkan petani dalam mengontrol sistem penyiraman dan pemberian nutrisi tanaman karena sdh dilengkapi dengan modul IOT berupa Haiwell IOT cloud HMI yang dapat dikontrol secara remote baik menggunakan jaringan Wifi maupun internet.

Keywords

cabai, smart farming, greenhouse, fertigasi, haiwell iot, modul plc

Article Details

References

  1. [1] I. H. Rosma, D. Y. Sukma, and I. M. Solihin, “Otomatisasi Sistem Fertigasi Tetes untuk Tanaman Berbasis Mikrokontroler,” J. Tek. Elektro, vol. 13, no. 1, pp. 34–41, 2021, doi: 10.15294/jte.v13i1.31123.
  2. [2] F. A. Jabbar and N. Purnaningsih, “Diseminasi Instalasi Fertigasi (Irigasi Tetes) Guna Menghemat Penggunaan Air untuk Pertanian di Kelurahan Beji,” J. Pus. Inov. Masy., vol. 4, no. 2, pp. 90–97, 2022, doi: 10.29244/jpim.4.2.90-97.
  3. [3] A. Fajar, S. H Abdullah, and A. P. Priyati, “Rancang Bangun Dan Uji Kinerja Sistem Kontrol Fertigasi Dengan Irigasi Tetes,” J. Agrotek UMMat, vol. 5, no. 1, p. 19, 2018, doi: 10.31764/agrotek.v5i1.236.
  4. [4] E. G. Ekaputra, D. Yanti, D. Saputra, and F. Irsyad, “Design of Drip Irrigation System for Chili ( Capsicum Annum L .) Cultivation in Greenhouse in Nagari Biaro , District Ampek Angkek , Agam Reg,” J. Irig., vol. 11, no. 2, pp. 103–112, 2017.
  5. [5] R. Muli, N. I. Wibowo, and A. I. Bissalam, “PENGARUH SISTEM FERTIGASI DENGAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH IKAN PADA PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI (Capsicum annum. L),” Agroscience (Agsci), vol. 11, no. 1, p. 58, 2021, doi: 10.35194/agsci.v11i1.1574.
  6. [6] U. Kholilah, S. P. Janitra, R. Gumay, and ..., “Rancang Bangun Sistem Irigasi Sprinkle Berbasis Iot (Internet of Things) Pada Tanaman Hortikultura,” J. Agric. …, vol. 2, no. 2, pp. 28–36, 2021, [Online]. Available: http://jos.unsoed.ac.id/index.php/jaber/article/view/4851%0Ahttp://jos.unsoed.ac.id/index.php/jaber/article/download/4851/2699
  7. [7] S. Adi Wibowo, D. R. Rudhistiar, and K. Ardi Widodo, “Implemetasi Low Cost Smart Farming Dalam Penangkaran Burung Kicau,” J. Mnemon., vol. 5, no. 1, pp. 72–79, 2022, doi: 10.36040/mnemonic.v5i1.4435.
  8. [8] A. Ghofur, “Expert Sistem Mendeteksi Hama Pada Tanaman Cabai Menggunakan Metode Certainty Factor,” NJCA (Nusantara J. Comput. Its Appl., vol. 4, no. 2, p. 127, 2019, doi: 10.36564/njca.v4i2.165.
  9. [9] G. M. Bonde, M. E. I. Najoan, and S. D. S. Karouw, “Online Guidance System Design for Smart Greenhouse,” J. Tek. Inform., vol. 16, no. 1, pp. 1–6, 2021, [Online]. Available: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/informatika/article/view/31995
  10. [10] M. Muanah, K. Karyanik, and E. Romansyah, “Rancang Bangun Dan Uji Kinerja Penerapan Teknik Irigasi Tetes Pada Lahan Kering,” J. Agrotek Ummat, vol. 7, no. 2, p. 103, 2020, doi: 10.31764/jau.v7i2.3128.