Main Article Content

Abstract

Penyebutan tuna wicara ditujukan untuk orang-orang yang memiliki gangguan dalam berbicara. Umumnya mereka menggunakan bahasa isyarat untuk berinteraksi sehari-hari baik dengan sesama penyandang maupun dengan masyarakat umum. Namun penggunaan bahasa isyarat tidak begitu efektif digunakan terlebih ketika berkomunikasi dengan masyarakat umum yang tidak biasa dan tidak mengerti bahasa isyarat, sehingga hal ini dapat menyulitkan dalam proses transfer informasi. Maka dari itu untuk memudahkan proses terjadinya interaksi antara penyandang dengan masyarakat umum dibuatlah alat pendekteksi bahasa isyarat tunawicara menggunakan Raspberry Pi dan penggabungan AI dengan metode Blazepose. Proses pengolahan gambar meliputi pendeteksian huruf, angka, dan kata. Sistem memproses dengan pengambilan gambar melalui camera webcam pada pose atau gerakan yang menampilkan bahasa isyarat. Data yang berhasil diambil akan diproses oleh Raspberry Pi sebelum kemudian hasilnya ditampilkan pada display. Pengujian menunjukan hasil tingkat keberhasilan berdasarkan akurasi dan waktu yang cukup optimal untuk orang yang berada di dalam database

Article Details

References

  1. [1] http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_isyarat
  2. [2] M. Richardson, S. Wallace, Getting Started with Raspberry Pi, USA: O‟Reilly Media, 2013
  3. [3] M. Lutz, Learning Python 3th Ed., USA: O‟Reilly Media, Inc., 2007
  4. [4] B. Bradski, A. Kaehler, Learning OpenCV, USA: O‟Reilly Media, 2008
  5. [5] Smith, J., & Johnson, A. (2018). A Review of Sign Language Recognition Systems: Techniques and Challenges. International Journal of Computer Vision and Image Processing, 8(2), 1-20.
  6. [6] Chen, L., Zhang, J., & Du, Y. (2020). LSTM-based Hand Gesture Recognition for Sign Language TranslationProceedings of the IEEE International Conference on Image Processing (ICIP), 2020, 2789-2793.